7 Oktober 2023 - 14:26
Operasi "Badai Al-Aqsa" oleh Kataib Al-Qassam telah Dimulai

Panglima Kataib al-Qassam cabang militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), saat mengumumkan dimulainya operasi "Badai Al-Aqsa" melawan Zionis, menyatakan bahwa waktu penjajahan sudah berakhir.

Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, Panglima Kataib al-Qassam, cabang militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), saat mengumumkan dimulainya Operasi Badai Al-Aqsa melawan Zionis, menyatakan bahwa masa kekuasaan penjajah telah berakhir.

Mohammed Al-Dzeif, panglima Kataib Al-Qassam, cabang militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Sabtu (7/10) mengumumkan dimulainya operasi Badai Al-Aqsa.

Panglima Kataib al-Qassam mengumumkan, "Kami mengumumkan dimulainya operasi penyerangan Al-Aqsa. Dalam serangan pertama operasi badai Al-Aqsa, lebih dari 5 ribu rudal dan roket ditembakkan ke posisi musuh, bandara dan benteng mereka.”

“Kami telah memutuskan untuk mengakhiri kejahatan penjajah,” tambah Mohammad al-Dzaif. Masa dimana mereka memberontak tanpa perhitungan apapun telah berakhir.

“Mereka menyerang para pembela [Masjid Al-Aqsa], mereka menghancurkan kesucian masjid, dan kami telah memperingatkan mereka sebelumnya,” kata Mohammad al-Dhaif. Ratusan orang menjadi martir dan terluka tahun ini akibat kejahatan penjajah. “Seruan kami untuk kesepakatan pertukaran tahanan ditolak, dan pelanggaran terus terjadi di Tepi Barat setiap hari.” Tegasnya. 

Pada saat yang sama, Al-Dzaif menyatakan, “Koordinasi keamanan akan berakhir mulai hari ini. Saat ini, masyarakat sedang menghidupkan kembali revolusi mereka. Rakyat kami di Yerusalem, akan mengusir penjajah dan menghancurkan temboknya.”

* Roket menghantam Tel Aviv dan Ashkelon

Media Zionis melaporkan bahwa Sabtu dini hari, roket menghantam wilayah selatan, termasuk Tel Aviv, dan seorang Zionis juga tewas. Surat kabar Zionis Jerusalem Post melaporkan bahwa roket menghantam Tel Aviv dan Ashkelon dan melaporkan bahwa alarm peringatan dibunyikan dan tempat perlindungan dibuka.

The Jerusalem Post melaporkan bahwa pagi ini (7/10), sirene rudal berbunyi selama beberapa menit di wilayah selatan sekitar Gaza, Negev dan di Tel Aviv. Menurut Al Jazeera, tentara Israel mengatakan bahwa sebuah roket menghantam sebuah bangunan perumahan di Tel Aviv dan seorang wanita berusia 70 tahun meninggal.

Di sisi lain, Radio Israel melaporkan, mengutip juru bicara tentara Zionis, bahwa sekitar satu jam yang lalu, Hamas melakukan operasi gabungan yang mencakup penembakan roket dan menyusup ke kelompok perlawanan ke wilayah pendudukan.

Media Zionis juga memberitakan, sejak pukul 06.30 pagi waktu setempat, suara sirene bahaya terdengar dari arah selatan hingga tengah wilayah pendudukan, puluhan roket perlawanan telah ditembakkan ke arah wilayah pendudukan.

Tentara Zionis membenarkan bahwa pasukan perlawanan Hamas memasuki Sderot dan pasukan Zionis bentrok dengan anggota kelompok perlawanan Hamas yang menyusup ke wilayah pendudukan. Walikota Ashkelon telah memerintahkan semua tempat penampungan di kota itu dibuka.

*Perlawanan Palestina menguasai kantor polisi di Sderot

Pejuang Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menguasai sebuah kantor polisi di Sderot (utara Jalur Gaza) dan membunuh Zionis. Situs web "Yasht Kan" mengumumkan pagi ini (Sabtu) bahwa pejuang Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyusup ke kantor polisi di Sderot.

Menurut laporan ini, pasukan perlawanan membunuh Zionis di pusat ini dan bentrokan masih berlangsung di sekitar pusat tersebut. Pasukan perlawanan juga berhasil menangkap sebuah jip militer rezim Zionis dan memindahkannya ke Jalur Gaza.

*Serangan udara ke Gaza/seruan luas pasukan cadangan Israel untuk menghadapi Hamas

Dengan dimulainya serangan habis-habisan oleh pejuang perlawanan tentara Palestina terhadap posisi Zionis di wilayah pendudukan, tentara rezim Zionis ini menyebut tentara cadangannya, sementara seorang pejabat senior Hamas menyebut hari ini sebagai "hari pembantaian” melawan pendudukan.

The Times of Israel, mengutip kantor Yoaf Gallant, Menteri Perang rezim Zionis, menulis: Gallant telah menyerukan pemanggilan pasukan cadangan secara besar-besaran untuk menghadapi Hamas.

Kementerian Perang rezim Zionis juga mengumumkan serangan udara di Gaza dan menulis: Konflik antara tentara (rezim Zionis) dan pasukan Hamas masih berlangsung.

Kementerian Perang rezim Zionis juga mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka siap berperang melawan Gaza dan menulis: "Harzi Halavi" komandan tentara sedang meninjau situasi dan merencanakan operasi. Dalam pernyataan tentara Zionis, Hamas diklaim akan membayar mahal atas serangan tersebut.